21 août 2008

Mirrors

Udah nonton film Mirrors? Wah, kalo belom, kamu harus nonton tu film! Kalo ga, kamu bakalan nyeseeeel.. karena kamu ga bisa tahu tentang hal-hal yang istimewa dari sebuah cermin.

Siapa sih yang kaga tau kaca atau cermin? Ya paling engga, dalam sehari kita pasti ngaca gitu. Ga harus di cermin, bisa aja kita ngaca di genangan air, kaca jendela atau mungkin layar handphone. Jadi "cermin-cermin" itu ada di mana-mana. Dan tau engga, karena cermin ada dimana-mana itulah yang membuat film Mirrors itu serruu..

Aku nonton film Mirrors tu waktu tanggal 17 Agustus setelah upacara di sekolah. Yang ikut nonton itu, aku, lady, qorri, adhine, dilla, fanny, arsy, dhea, lindsey dan rani. Dari bersepuluh, yang nonton mirrors cuma 8, karena lindsey dan rani mau nonton film lain. Aku duduk di kursi F2 di tengah-tengah Dilla dan Arsy. Pas awal-awal sih aku masih biasa-biasa aja. Tapi pas lampu udah digelapin, kok aku jadi merinding ya?

Mirrors itu bercerita tentang cermin (yaiyalah). Jadi ceritanya di cermin-cermin itu tuh ada kayak kutukan gitu. Jadi apa yang kita lakukan dengan yang bayangan kita lakuin tu beda. Dan gawatnya, bayangan kita itu kayak bisa "merintah" kita untuk membunuh diri kita sendiri.

Tokoh utama di film ini, merupakan salah satu orang yang telah "ditunjuk" oleh para mirrors untuk mencari Esseker. Essekeradalah seorang wanita yang merupakan satu-satunya cara agar kutukan-kutukan yang ada di cermin itu hilang. Dan semua orang-orang yang pernah "ditawan" cermin-cermin itu bisa kembali bebas, dengan satu syarat yaitu semua kutukan itu masuk ke tubuh Esseker dan membuatnya menjadi liar. Nah, apakah tokoh utama di film ini bisa menemukan Esseker? Atau mungkin dia gagal menemukannya dan akan mati seperti korban-korban mirrors lainnya??

Ya.. kalo diceritain nanti jadi kaga surprise. Jadi, nonton filmnya ya. Ga bakal nyesel kok. Selamat menonton:D