23 juin 2008

save our locals

Hutan hancur karena penebangan liar, karang rusak dan ikan punah karena illegal fishing yang menggunakan bahan peledak, hewan jadi langka karena perburuan liar... semua disebabkan karena masyarakat lokal butuh uang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka

Hasil panen atau kerajinan tangan mereka yang dibeli dengan harga sangat murah, membuat mereka mau nggak mau merusak alamnya untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Bahkan parahnya, ada yang kehilangan pekerjaan sehingga ‘merusak dan menjual hasil jarahan dari alam’ adalah satu-satunya pekerjaan yang mereka miliki.
Sebelum semua punah, kita bisa ikutan menyelamatkan dan membudidayakan yang masih tersisa. Using our local products with the fair price is something cool!

Petani perempuan di kabupaten Goa Makassar membantu kehidupan keluarga melalui penjualan hasil pertanian sayur organik. Sehingga hasil penjualannya bisa untuk membiayai pendidikan anaknya. Pertanian organik merupakan sistem pertanian yang berpotensi untuk penyerapan karbon (carbon sinks). Penelitian terbaru menunjukkan 100.000 pertanian organik akan menyerap keluaran CO2 dari 12 juta mobil. Sementara pertanian berskala industri tidak menyerap sedikit pun CO2

WWF Indonesia juga punya program Community Empowerment sebagai salah satu usaha untuk pelestarian alam yang berbasis masyarakat. Ini tiga diantaranya:
Kerajinan tangan berupa ukiran badak produksi pupuk hijau, eko-pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat sekitar Taman Nasional Ujung Kulon.
Madu Sialang yang terkenal diproduksi oleh masyarakat di Logas Tanah Darat Riau
Dibangun proyek percontohan perkebunan Aloe Vera di Taman Nasional Sebangau. Lima lahan Aloe Vera telah menghasilkan produk olahan, sampai proses, pengepakan, dan pemasaran makanan berbasis rumah tangga


Sumber: Gadis edisi 06