21 juin 2008

HIV AIDS! Kenali, Hindari!

Penyebab Penyebab AIDS adalah virus yang mengurangi kekebalan tubuh secara perlahan-lahan. Virus tersebut bernama HIV (Human Immunodeficiency Virus) Bahaya Infeksi HIV/AIDS Telah banyak pengidap HIV/AIDS yang meninggal: - Gejala muncul setelah 2 - 10 tahun terinfeksi HIV - Pada masa anpa gejala sangat mungkin menularkan kepada orang lain - Setiap orang dapat tertular HIV/AIDS - Belum ada vaksin dan obat penyembuhnya Cara-cara Penularan HIV/AIDS Darah, air mani/sperma, cairan vagina, cairan otak, cairan plasenta, cairan sumsum tulang, air susu ibu. Sedangkan di air ludah terdapat virus tetapi tidak aktif karena dengan jumlah yang sangat kecil. Dengan melihat tempat hidup HIV dapat dikatakan bahwa penularan HIV terjdi kalau ada pencampuran cairan tubuh yang mengandung HIV, yaitu dengan cara: - Hubungan seks dengan pasangan yang sudah tertular HIV, baik melalui vagina (genital), dubur (anal), maupun mulut (oral). - Jarum suntik dan alat-alat penusuk (tindik, tato, cukur) yang tercemar HIV. - Transfusi darah atau produk darah yang mengandung HIV. - Ibu hamil yang tertular HIV kepada janin/bayinya. Efektifitas Penularan HIV dan kasusnya Penularan HIV/AIDS sangat dipengaruhi oleh perilaku yang ada di masyarakat, oleh karena itu kasus yang terjadi tidak seiring dengan tingkat penularannya.

Hal-hal yang Tidak Menularkan HIV - Bersalaman - Tempat duduk - Cium pipi - Berenang - Batuk/bersin - Alat makan dan makanan - Menggunakan telepon Umum - Alat tulis - Menggunakan kloset umum - Tinggal serumah dengan orang yang tertular


Sebagaimana umumnya virus yang merupakan parasit obligat (hanya dapat hidup dalam sel atau media hidup), sangat membutuhkan media hidup untuk berkembang biak. Di dalam tubuh manusia HIV akan hidup, dan akan bertahan lama walalupun pengidap sudah meninggal. Namun di luar tubuh HIV akan sangat mdah dimatikan antara lain dengan alkohok, pemutih baju, air panas 56%, kaporit dan bahan yang dapat membunuh kuman lainnya.

Perjalanan Penyakit dan Gejala yang Timbul - Dalam masa sekitar 3 bulan setelah tertular, tubuh belum membentuk antibodi secara sempurna, sehingga tes darah tidak memperlihatkan bahwa orang tersebut telah tertular HIV. Masa 3 bulan ini sering disebut dengan masa jendela - Masa tanpa gejala, yaitu waktu (5 - 7 tahun) dimana tes darah sudah menunjukkan adanya anti bodi HIV dalam darah, artinya positif HIV, namun pada masa ini tidak timbul gejala yang menunjukkan orang tersebut menderita AIDS, atau dia tampak sehat. - Masa dengan gejala, ini sering disebut masa sebagai penderita AIDS. Gejala AIDS sudah timbul dan biasanya penderita dapat bertahan 6 bulan sampai 2 tahun dan kemudian meninggal. Gejala infeksi HIV pada awalnya sulit dikenali karena seringkali mirip penyakit ringan sehari-hari seperti flu dan diare sehingga penderita tampak sehat. Kadang-kadang dalam 6 minggu pertama setelah kontak penularan timbul gejala tidak khas berupa demam, rasa letih, sakit sendi, skait menelan dan pembengkakan kelenjar getah bening di bawah telinga, ketiak dan selangkangan. Gejala ini biasanyasembuh sendiri dan amapi 4-5 tahun mungkin tidak muncul gejala. Pada tahun ke 5 atau 6 tergantung masing-masing penderita, mulai timbul diare berulang, penurunan berat badan secara mendadak, sering sariawan di mulut dan pembengkakan di daerah kelenjar getah bening. Kemudian tahap lebih lanjut akan terjadi penurunan berat badan secara cepat (> 10%), diare terus-menerus lebih dari 1 bulan disertai panas badan yang hilang timbul atau terus menerus.
Apa yang akan Anda Lakukan Bila Anda Positif HIV - Jangan pernah menyerah - Terima apa yang terjadi dan bersabar - Nikmati hidup dengan positif - Semangat hidup harus tetap terjaga - Jaga kondisi tubuh dengan makana bergizi, olah raga, istirahat dan rekreasi yang cukup - Rajinlah konsultasi dengan dokter dan sahabat anda yang ahli (berpengalaman) - Senantiasa berdoa Apa yang Bisa Kita lakukan terhadap Orang dengan HIV/AIDS (Odha) - Turut menjaga kerahasiaannya. - Tetap berteman dan tidak mengucilkan. - Bila masih sekolah atau bekerja usahakan agar ia bisa beraktivitas sebagaimana biasanya. - Berikan bantuan untuk menambah semangat hidupnya