21 juin 2008

mengamati objek dgn mikroskop

Kegiatan 1:

Mengamati Objek dengan Mikroskop
6 Agustus 2007

Tujuan Praktikum : Latihan pengamatan objek dengan menggunakan mikroskop
Alat dan Bahan :
Ø Mikroskop
Ø Gelas benda
Ø Kaca penutup
Ø Benda atau makhluk hidup misalnya rambut, semut atau potongan kertas
· Hipotesis
Mikroskop mampu memperbesar benda-benda yang sangat kecil agar terlihat oleh kita
· Langkah Kerja
A Menyiapkan Mikroskop
1. Bersihkan dan keringkan tangan terlebih dahulu
2. Ambil mikroskop dari kotak penyimpanan dengan cara memegang lengan mikroskop dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri menyangga bagian dasar mikroskop
3. Letakkan mikroskop di atas meja yang datar dengan bagian lengan mikroskop berada di depan kita. Bila dibutuhkan, miringkan tidak lebih dari 300.
4. Periksa dahulu apakah semua bagian-bagiannya lengkap ( apakah ada bagian yang lepas, longgar atau pecah ).

B. Mengatur Penyinaran atau Cahaya
1. Putar revoler atau pengatur fokus hingga terdengar “klik” agar lensa objektif yang paling lemah (4x) tepat berada di tengah meja benda.
2. Naikkan kondesor sampai batas atas.
3. Buka diafragma semaksimal mungkin.
4. Turunkan tabung dengan memutar pengatur makrometer sampai batas terbawah.
5. Arahkan cermin ke arah datangnya cahaya. Jika dilihat dari samping, di tengah meja benda terdapat bulatan cahaya tepat di kondesor. Jika dilihat dari lensa okuler akan tampak bidang pandang (bidang optik) seterang sumber cahaya.


C. Mengatur Lensa Objektif untuk Mengamati Objek
1. Ambil benda yang akan diamati.
2. Jepit benda tersebut dengan menggunakan penjepit.
3. Aturlah perbesarannya. Mulai dari perbesaraan yang paling lemah. Atur pengatur fokus atau revoler sehingga tampak benda yantg diamati. Pada saat mengatur fokus jangan sampai lensa objektif menekan gelas benda. Hal tersbut dapat memecahkan gelas benda, bahkan lensa itu sendiri.

· Hasil Pengamatan:
Bagian-bagian dari mikroskop dan fungsinya:
- Lensa Okuler, untuk memperbesar gambar objek dari lensa objektif sehingga terlihat oleh mata
- Lensa objektif, untuk memperbesar objek agar terlihat oleh lensa okuler
- Pengatur fokus (revoler), untuk mengatur fokus bayangan benda agar terlihat lebih jelas
- Pemutar lensa objektif, untuk mengatur lensa objektif yang akan dipakai
- Penjepit gelas benda, untuk menjepit gelas benda agar tak mudah bergeser saat pengamatan
- Meja benda, untuk meletakkan objek pengamatan
- Diafragma, untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk
- Cermin, untuk memantulkan cahaya yang diarahkan ke objek pengamatan
· Pembahasan
Mikroskop dapat membantu kita melihat benda-benda yang sangat kecil sehingga dapat terlihat oleh kita, itulah fungsi utamanya. Mikroskop cahaya dan mikroskop elektron memiliki manfaat yang sangat penting. Mikroskop telah digunakan dalam bidang kedokteran, ilmu forensik ( untuk menyelidiki sidik jari ), geologi ( untuk meneliti batuan ), industri ( untuk menguji ketahanan suatu benda ), serta dalam bidang makanan dan lingkungan (untuk menyelidiki bakteri beracun dalam makanan).



· Kesimpulan
1. Mikroskop dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
a. Bagian Optik terdiri atas:
- Cermin datar dan cermin cekung
- Kondesor
- Diafragma
- Lensa Okuler
- Lensa Objektif
b. Bagian Mekanik terdiri atas:
- Corong mata
- Statip/ tangkai/ lengan
- Tabung
- Revolver/ pengatur fokus
- Alas/ Kaki
- Penjepit/ klep
- Sekrup penggeser objek
- Pengatur makrometer
- Pengatur mikrometer
- Pengatur kondesor
- Meja benda

· Daftar Pustaka
o IPA Biologi SMP dan MTS jilid 1 untuk kelas VII, kurikulum KTSP, penerbit Esis, pengarang Saktiyono.
o Seri Evaluasi Terpadu Sains Biologi kelas VII semester 1, kurikulum 2004, karangan Dra. Rugun Tampubolon dan Dra. Kusumastuti, M. Biomed

Kegiatan 2:

Membuat Sayatan Melintang dan Membujur
6 Agustus 2007

Tujuan Praktikum : Latihan membuat sayatan melintang dan membujur

Alat dan Bahan :
o Batang bayam
o Bawang merah
o Mikroskop
o Gelas benda
o Kaca penutup
o Silet tajam
o Cawan kecil berisi air
o Kuas kecil
o Pipet tetes

Hipotesis:
- Semakin tipis irisan bayam dan bawang merah, semakin terlihat jelas sel-selnya.
- Tiga jenis sayatan berbeda yang kita buat, memperlihatkan bentuk sel yang berbeda

Langkah Kerja
1. Siapkan batang bayam dengan panjang kira-kira 6 cm.
2. Sayatlah batang melintang dan juga membujur dengan silet yang tajam. Jangan lupa sayatlah setipis mungkin.
3. Kupas pula bawang merah dari kulit kerasnya. Sayatlah bagian terluar pada bawang merah tersebut yang berwarna keunguan.
4. Masukkan sayatan-sayatan tersebut ke dalam cawan yang berisi air.
5. Siapkan mikroskop yang akan digunakan untuk mengamati batang bayam & bawang merah.
6. Ambil sayatan yang tertipis untuk setiap bahan (sayatan bayam melintang juga membujur & sayatan bawang merah) dengan kuas kecil. Letakkan di atas gelas benda secara bergiliran.
7. Teteskan satu tetes air ke atas sayatan dengan pipet tetes. Tutup dengan kaca penutup dan jangan sampai ada gelembung udara di dalamnya. Setelah itu letakkan di meja benda dan jepitlah dengan penjepit.
8. Atur cermin dan fokus mikroskop sehingga memperoleh lingkaran yang terang.
9. Amati sayatan di bawah mikroskop secara bergiliran.



· Hasil Pengamatan:
No.
Gambar sel-sel dari hasil sayatan
Keterangan Gambar
1.




Sayatan batang bayam secara melintang
2.




Sayatan batang bayam secara membujur
3.




Sayatan bawang merah





Pembahasan
Tiga jenis sayatan berbeda yang telah kita buat menggambarkan / memperlihatkan sel-sel dari sayatan itu sendiri jika kita mengamatinya dengan mikroskop. Jika kita tidak menggunakan mikroskop sel-sel tidak akan terlihat karena ukurannya yang sangat kecil. Setiap jenis sayatan memperlihatkan bentuk sel-sel yang berbeda. Sel-sel akan telihat lebih jelas jika sayatan yang kita buat semakin tipis.


Kesimpulan
Semakin kuat perbesaran yang digunakan untuk mengamati suatu benda, maka akan semakin terlihat jelas
Semakin tipis irisan sayuran bayam & bawang merah, semakin terlihat jelas sel-selnya


· Daftar Pustaka
o IPA Biologi SMP dan MTS jilid 1 untuk kelas VII, kurikulum KTSP, penerbit Esis, pengarang Saktiyono.
o Seri Evaluasi Terpadu Sains Biologi kelas VII semester 1, kurikulum 2004, karangan Dra. Rugun Tampubolon dan Dra. Kusumastuti, M. Biomed