23 juin 2008

hewan peliharaan Angus

Nama Film : Water Horse; Legend of the Deep
Sutradara : Jay Russel
Pemain : Alex Etel, Emily Watson, Priyanka Xi, Ben Chaplin
Produksi : Columbia Pictures, 2007

Meskipun ini film tentang monster laut, jangan harap kita bakal menemukan monster menakutkan dengan kelakuan brutal yang bikin kita bakal bergidik ngeri. Meskipun besar, monster satu ini ternyata baik hati, lucu, serta imut. Jadi siap-siap saja ya, dibikin terharu dan tertawa sama kelakuan si monster Crusoe, bareng “ibu”-nya, Angus.

Rahasia Angus
Suatu pagi, Angus McMorrow (Alex Etel) menemukan sebutir telur yang lalu dia bawa pulang ke rumah. Saat telur itu pecah, ternyata “isinya” adalah seekor makhluk imut dengan mata berbinar-binar. Angus, yang sudah lama kesepian karena ditinggal sang ayah, tentu saja girang banget! Ia menyangka, makhluk itu adalah binatang yang bisa jadi hewan peliharannya dan menjadi teman setianya.
Masalahnya, makhluk peliharannya itu mulai berwujud “aneh” dan makin besar. Angus lalu mulai sadar kalau peliharannya itu bukan sembarang peliharaan. Tapi, rasa takut kehilangan “anak”-nya, bikin Angus harus merahasiakan peliharannya itu. Hm... gimana caranya, ya? Mengingat, ukuran si monster kan, nggak kecil-kecil amat!

Berakting dengan Boneka
Ada dua hal yang menarik dari cerita film yang diadaptasi novel karya Dick King-Smith (1930) ini. Yang pertama, adalah sosok Angus yang dimainkan dengan hebat sama Alex. Cowok kelahiran 19 Sepetmber 1994 ini bisa memperlihatkan rasa sayangnya sama makhluk yang selama syuting tidak pernah dilihatnya sama sekali!
“Selama syuting aku cuma bisa membayangkan bentuk Crusoe. Soalnya, saat Crusoe kecil, aku berakting melawan boneka. Saat Crusoe diceritakan sudah besar aku berakting sama bola tenis di green screen. Jadi, aku hanya mengandalakan daya khayalku aja. Kalau diingat-ingat, apa yang kulakukan itu sebenarnya aneh dan sulit untuk dilakukan, hehehe...” cerita cowok yang pernah main sebagai Damian Cunningham dalam film Millions (2004) ini.

Si Imut Crusoe
Hal menarik yang kedua adalah sosok Crusoe, si monster laut. Joe Letteri sebagai visual effect supervisor mengambil ide dari fase seekor burung untuk menggambarkan pertumbuhan Crusoe. “Saat pecah dari telur, anak-anak dan akhirnya tumbuh besar, saya mengikuti fase seekor burung. Tapi, untuk sosok monsternya, saya mengambil ide dari monter Loch Ness di Skotlandia,” ujar Joe yang juga pernah membuat semua makhluk di film The Lord of The Rings.
Crusoe juga tidak hanya dibuat luccu dan imut. Sebagai seekor monster, Crusoe masih memiliki gigi taring yang tajam. “Sebenarnya lebih mudah menggambarkan Crusoe dengan semua kebrutalannya, tapi karena ini adalah film tentang persahabatan seorang anak dengan makhluk laut, maka kami membuat Crusoe lebih imut dengan pandangan mata yang teduh dan lucu serta bentuk yang lebih binatang dan mengurangi banyak sisik,” ungkap Joe yang berharap makhluk ciptaannya disukai oleh anak-anak.
Sutradara Jay Russel ternyata memang menginginkan agar Crusoe dibuat imut seperti itu. “Ini adalah film yang memiliki cerita tentang semangat hidup seorang anak. Jadi, akan lebih baik bila Crusoe dibuat agar disukai oleh anak-anak, bahkan kalau bisa disukai juga oleh orangtua si anak dan nenek serta kakek anak tersebut,” tutur Jay yang juga pernah menyutradarai Ladder 49 ini penuh harap.

Sumber: Gadis edisi 06