Hai hai.. Aku lagi nyoba posting di handphone bundaku. Coba coba dulu gituh
skalian mau ngasih tau juga. Adikku hari ini tanding taekwondo. Tapi sayangnya dia kalah. Beda bgt sama yg bbrapa bulan lalu. Waktu itu dia dapet medali emas loh. Ya mungkin blm bruntung kali ini
trus aku juga mau ngasih slamat k pak yusuf dan bu dyah yang baru menikah kemarin (24 agustus 2008). Smoga cpet dkasih momongan yaa pak. Aku sih cuma ngbyangin aja, pasti nanti anaknya pak yusuf tu jago olahraga dan pandai menyanyi. Haha
oya hari ini (250808), rcti jg ultah. Jd bkal drayain nanti malem mau ada acara simfoni cinta. Wajib nonton neh! Karena pasti bkal keren
udah dulu ya post nya. Aku mau ngejilid tugas dulu (gapenting dh ngomongnya) bye bye :D
24 août 2008
Macem macem
Jakarta?? (2)
Kondisi Lingkungan kota Jakarta seharusnya
Jika ditinjau lebih jauh, banyak sekali yang harus diperbaiki dari keadaan lingkungan Jakarta saat ini agar bisa menjadi kota Jakarta yang ideal. Kasus-kasus seperti kemacetan, pencemaran lingkungan, banjir dan semacamnya masih sering kali dirasakan oleh masyarakat. Dan tentu saja masyarakat menginginkan Jakarta yang lebih baik dari sekarang. Jadi, Jakarta yang seharusnya adalah:
1. Jakarta yang seimbang akan laju pertumbuhan kendaraan bermotor dengan pelebaran jalanannya
2. Jakarta yang mempunyai angkutan umum yang nyaman dan tepat waktu
3. Jakarta yang bebas dari terminal bayangan dan bebas dari kemacetan
4. Jakarta yang sungainya tidak terhambat oleh sampah dan bersih dari limbah pabrik
5. Jakarta yang bersih dari sampah yang tidak pada tempatnya
6. Jakarta yang jumlah perokoknya minim dan tidak mengganggu masyarakat lainnya
7. Jakarta yang masyarakatnya punya kesadaran diri yang tinggi untuk menaati setiap peraturan
21 août 2008
Rabies
Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies, dan ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies terutama anjing, kucing dan kera.
Patogenesis
Setelah virus rabies masuk melalui luka gigitan, maka selama 2 minggu virus tetap tinggal pada tempat masuk dan dekatnya, kemudian bergerak mencapai ujung-ujung serabut saraf posterios tanpa menunjukkan perubahan-perubahan fungsinya. Masa inkubasi bervariasi, beriksar antara 2 minggu sampai 2 tahun, tetapi pada umumnya 3-8 minggu, tergantung dengan jarak yang harus ditempuh oleh virus sebelum mencapai otak.
Sesampainya di otak virus kemudian memperbanyak diri dan menyebar luas dalam semua bagian neuron-neuron, terutama mempunyai predileksi khusus terhadap sel-sel sistem limbik, hipotalamus dan batang otak.
Setelah memperbanyak diri dalam neuron-neuron sentral, virus kemudian bergerak ke arah perifer dalam serabut saraf eferen dan pada saraf volunter maupaun saraf otonom. Dengan demikian virus ini menyerang hampir tiap organ dan jaringan di dalam tubuh, dan berkembang biak dalam jaringan-jaringan seperti kelenjar ludah, ginjal dan sebagainya.
Rabies merupakan infeksi sistem syaraf yang disebabkan oleh virus rabies. Virus rabies ini terdapat pada air liur hewan yang terinfeksi virus ini dan menularkan manusia lewat gigitan atau cakaran hewan. Walaupun jarang ditemukan, virus rabies ini dapat ditularkan ketika air liur hewan yang terinfeksi mengenai selaput lendir seseorang seperti kelopak mata atau mulut atau kontak melalui kulit yang terbuka. Tetapi tidak semua hewan membawa virus rabies. Hanya hewan-hewan seperti anjing, kucing , kelelewar, kera, musang dan serigala.
Sekalinya virus rabies masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan hewan maka virus ini akan menyebar ke seluruh otot tubuh. Puncaknya virus ini akan mencapai otak dan menyerang banyak bagian penting otak yang akhirnya dapat menyebabkan kematian
Gejala seseorang yang terkena rabies adalah dimulai dengan Prodromal Periode atau periode yang menunjukkan awal penyakit ini, berakhir antara 1-4 hari. Gejala yang terlihat dalam periode ini adalah demam, sakit kepala, malaise , sakit tulang, kehilangan nafsu makan, mual, tenggorokan sakit, batuk dan kelelahan luar biasa. Gejala-gejala ini merupakan gejala yang spesifik dari orang yang terinfeksi virus rabies. Gejala ini umumnya muncul 1-2 bulan setelah gigitan hewan yang membawa virus rabies.
Setelah prodormal periode yang disebut juga tahap pertama maka penderita akan memasuki gejala tahap kedua yaitu gejala seperti enchepalitis (radang otak). Penderita akan akan mengalami demam yang suhunya dapat mencapai 40,6 derajat celcius dengan diikuti gejala-gejala seperti : gelisah, mempunyai pikiran-pikiran yang abnormal atau bizarre , kejang otot, sikap badan yang abnormal, ayan, lemah tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya, sangat sensitif terhadap sinar, suara, sentuhan, produksi air liur atau air mata meningkat, tidak mampu berbicara karena pita suara lumpuh.
Tahap terakhir dari gejala terinfeksi rabies adalah virus rabies ini menghancurkan hampir semua bagian penting dari sistem urat syaraf. Penderita akan mengalami pandangan mata yang kabur, susah menggerakkan otot, gerakan abnormal dari diafrakma dan otot yang mengontrol pernafasan dan kesulitan menelan dengan kombinasi meningkatnya air liur yang dapat membuat mulut seperti berbusa. Akhirnya orang yang terjangkit virus rabies dapat koma dan meninggal. Tanpa perawatan yang serius kematian dapat terjadi 4-20 hari setelah gejala-gejala muncul. Inkubasi dari infeksi rabies ini umumnya terjadi dalam waktu 1-2 bulan setelah kejadian walaupun dapat terjadi antara rentang waktu 1o hari s/d 1 tahun.
Bagaimana pencegahannya?
Virus rabies dapat ditangkal dengan melakukan vaksinasi seperti vaksin Rab Avert. Pada manusia vaksin ini rutin diberikan kepada orang-orang yang pekerjaannya beresiko tinggi seperti dokter hewan, pawang binatang, peneliti khusus hewan, dll. Orang yang akan bepergian ke daerah-daerah yang dianggap beresiko tinggi dianjurkan untuk mendapat vaksin ini sebelum bepergian. Untuk orang yang tiba-tiba digigit / dicakar hewan pembawa virus rabies ini akan mendapat serangkaian vaksinasi Human Deploid Cell dan Human Rabies Immune Globulin
Karena anjing, kucing dan musang dan terinfeksi virus rabies maka hal terpenting adalah mencegah kuman rabies masuk ke dalam tubuh dengan memberikan vaksinasi kepada hewan-hewan peliharaan yang tinggal bersama kita. Juga bijaksana jika kita melaporkan hewan-hewan liar yang berkeliaran di sekitar lingkungan rumah kepada pihak yang berwenang. Karena itu jangan sembarangan membiarkan anak anda untuk menyentuh, membelai-belai atau memberi makan hewan yang ditemuinya di jalan.
Jika anak anda tergigit hewan maka cepat cuci area yang terluka dengan sabun dan air selama 10 menit dan tutup lukanya dengan plester. Lalu pergi ke dokter terdekat atau dokter langganan anda untuk mengetahui apakah ia terkena infeksi rabies atau tidak. Hal lain yang dapat dilakukan adalah memberitahukan pihak yang berwenang mengurus hewan-hewan liar untuk menangkapnya agar dilakukan pemeriksaan terhadap hewan tersebut apakah membawa virus rabies atau tidak. Jika anak anda kebetulan tergigit hewan yang membawa virus rabies beberapa saat yang lalu dan menampakkan gejala-gejalanya cepat bawa ke dokter.
